Pengabdian Masyarakat “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM WASPADA BAHAYA NARKOBA DAN GADGET”

Ini pertama kalinya saya melakukan pengabdian masyarakat sebagai dosen di STIKes AKBIDYO. Ini merupakan pengabdian masyarakat institusi dimana ketiga prodi di STIKES AKBIIDYO digabungkan menjadi satu. Ketiga prodi tersebut terdiri dari Prodi D3 Kebidanan, D4 Manajemen Informasi Kesehatan, dan S1 Farmasi.

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai Desa Panggung Harjo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Panitia pengabdian ini adalah para dosen STIKES AKBIDYO dari ketiga prodi, para tenaga kependidikan STIKES AKBIDYO, dan para mahasiswi STIKES AKBIDYO. Untuk peserta dari pengabdian ini adalah para remaja berumur 15-19 tahun di wilayah Desa Panggung Harjo. Pengabdian ini dimulai pada pukul 14.00 – 16.30 WIB. Pengabdian ini terdiri dari beberapa materi. Materi pertama mengenai Gadget, kemudian materi yang kedua mengenai PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan), dan yang ketiga mengenai Narkoba.

Materi Gadget disampaikan oleh Adinar Fatimatuzzahro, SS.Psi, CH, CHt. Sebagian besar pengguna gadget memang usia remaja. Gadget harus digunakan secara bijak. Harus pandai memilih yang baik dan yang buruk. Mbak Adinar menjelaskan manfaat dan bahaya akan gadget. Manfaat gadget adalah memudahkan komunikasi dan sebagai media hiburan. Seddangkan bahaya gadget salah satunya adalah cyber bullying dan cyber stalking.

Materi PUP disampaikan oleh saya, Nurvita Wikansari, SKM, MPH. Disini saya menjelaskan mengapa PUP itu penting dana apa itu PUP. PUP adalah Pendewasaan Usia Perkawinan dimana usia menikah untuk perempuan adalah di atas 21 tahun dan laki – laki 25 tahun. Tujuan dari PUP adalah memberikan kesadaran dan pengertian kepada remaja agar dalam merencanakan keluarga mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, baik aspek fisik, mental, emosional, pendidikan, social, ekonomi, serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.PUP bertujuan untuk menurunkan total fertility rate (TFR). PUP mencegah 4T yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu dekat. Artinya, terlalu muda usia ibu hamil, terlalu tua usia ibu hamil, terlalu banyak anak yang dilahirkan , dan terlalu sering/ dekat jarak kehamilan dari satu anak ke anak lainnya. Hal ini karena berbahaya terhadap ibu maupun bayi yang dikandungnya. Bahaya tersebut antara lain keguguran, infeksi, anemia, stress bagi ibu, dan premature, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), cacat bawaan, dan kematian janin bagi bayi yang dikandung. Oleh karena itu, di dalam PUP ada 3 fase dalam merencanakan kehamilan yaitu fase menunda kehamilan, fase menjarangkan kehamilan, dan fase tidak hamil lagi. Fase menunda kehamilan yaitu wanita dianjurkan untuk menunda kehamilan ketika usianya masih di bawah 20 tahun. Fase menjarangkan kehamilan yaitu wanita dianjurkan untuk hamil ketika usia antara 20-35 tahun dengan mengatur jarak kehamilannya. Jarak kehamilan yang dianjurkan adalah 5 tahun. Untuk fase tidak hamil lagi yaitu wanita tidak diperbolehkan hamil ketika usiaa sudah di atas 35 tahun karena banyak resiko medik di usia di atass 35 tahun.

Materi Narkoba disampaikan oleh Santi Dwi K, SKM. Beliau menyampaikan mengenai apa itu narkoba, jenis – jenis narkoba, bahaya narkoba, penyebaran narkoba, serta masalah yang ditimbulkan dari narkoba walaupun tidak menggunakan narkoba.

Pengabdian massyarakat diakhiri dengan bermain games yang diikuti oleh semua peserta remaja. Semoga pengabdian masyarkat ini bermanfaat di lingkungan desa Panggung Harjo, khususnya untuk para remaja di Desa Panggung Harjo.

Leave a Reply