Apa itu FETP (Field Epidemiology Training Program)?

Sedikit cerita tentang bidang yang saya ambil untuk mendapatkan gelar master di bidang kesehatan masyarakat. Saya menempuh pendidikan S2 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat minat FETP (Field Epidemiology Training Program) di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

FETP atau epidemiologi lapangan adalah program magister epidemiologi ilmu kesehatan masyarakat dimana mahasiswa belajar di kelas 30% dan sisanya 70% belajar di lapangan dengan menyelesaikan beberapa tugas lapangan dalam waktu 2 tahun. FETP baru terdapat di empat universitas di Indonesia, yaitu UGM, UI, UNAIR, dan UNHAS (2016). Semua orang yang memiliki ijazah S1 di bidang kesehatan (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Dokter, Dokter gigi, Keperawatan, Farmasi, Psikologi, Kedokteran Hewan) baik fresh graduate/Non PNS maupun PNS bisa bergabung di FETP.

Di kelas, mahasiswa belajar mengenai Epidemiologi Penyakit, Biostatistik, Metodologi Penelitian, Surveilans, Komunikasi Kesehatan, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan Kerja.

Di Lapangan, mahasiswa harus mengerjakan proyek/ tugas lapangan sebanyak 5 macam, yaitu

  1. Analisis Masalah Kesehatan
  2. Evaluasi Program Kesehatan
  3. Evaluasi Sistem Surveilans
  4. Investigasi KLB (Kejadian Luar Biasa), dan
  5. Penelitian Analitik

Mahasiswa akan disebar ke beberapa Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, Dinas Kesehatan Propinsi, Kementerian Kesehatan, maupun Balai Laboratorium Kesehatan di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di lapangan.

Masing – masing mahasiswa akan mendapat dosen pembimbing akademik dan dosen pembimbing lapangan dalam menyelesaikan tugas – tugas lapangan tersebut. Dosen akademik berasal dari kampus sedangkan dosen pembimbing lapangan berasal dari instansi tempat magang yang sebagian besar juga alumni FETP. Tema – tema tugas lapangan yang diangkat disesuaikan dengan masalah yang ada di tempat magang masing – masing mahasiswa.

Berbagai manfaat didapatkan selama belajar di FETP, diantaranya kita dapat menganalisis pola penyakit dan mengurangi risiko kesehatan di masyarakat. Kita juga bisa belajar mencegah terjadinya KLB di kemudian hari

Selain itu, jejaring FETP sangatlah luas dari nasional (FETP Indonesia) hingga internasional (TEPHINET). Banyak dana penelitian yang diberikan semasa kuliah dan banyak conference yang diadakan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dan selama menjadi mahasiswa FETP kita dapat mengikuti semua kegiatan tersebut secara free, asyik kan? Heheh.. saya sendiri tahun kemarin dibiayai untuk oral presentation dalam international conference di Kamboja.

Di akhir semester mahasiswa tetap wajib menyelesaikan tesis dimana akan mendapat dosen pembimbing baru untuk menyelesaikan tesis sesuai tema yang diambil. Tesis bisa diambil di tempat magang maupun di tempat yang berbeda. Bisa juga mengangkat proyek penelitian yang kita ikut terlibat di dalamnya untuk dijadikan tesis. Pokoknya asik deh kuliah di FETP 🙂

Leave a Reply